Catatan Sutradara Lelaki di Ujung Batas

Category: News | Posted date: 2017-12-19 16:19:29 | Posted by: Muhsin Spahic


Tirai dibuka, Lighting on


Catatan Sutradara Lelaki di Ujung Batas

Tirai dibuka, Lighting on

Setiap orang memiliki batas dalam melakukan sesuatu. Sebagai umat muslim yang taat kita juga tidak diperkenankan untuk melewati batas-batas seperti yang tertera di Al-Quran dan Hadits. Atas dasar itu pula Lelaki di Ujung Batas hadir ke hadapan kita semua dan alhamdulillah sukses diselenggarakan pada Minggu, 17 Desember 2017 kemarin.

Di mulai dari adanya program Professional Development Day (PDD) yang mana tahun ini merupakan tahun kedua program tersebut dilaksanakan. PDD Art adalah salah satu bentuk alternatif pembelajaran yang lengkap. Di mana setiap siswa dapat memilih diantara bidang manajemen, seni rupa, musik, dan teater sesuai dengan minat mereka masing-masing. Maksud pembelajaran yang lengkap yaitu dikarenakan setiap siswa mempersiapkan suatu event Pementasan Seni secara mandiri dari persiapan hingga pementasan itu selesai dilaksanakan.

Lakon Lelaki di Ujung Batas merupakan naskah drama kedelapan yang saya tulis dan dipentaskan selama menjadi pendidik di SMA Insan Cendekia Madani ini setelah naskah Kabayan Mencari Tuhan yang dipentaskan oleh angkatan keenam SMA ICM. Lakon ini menceritakan tentang seorang reporter yang ditugaskan meliput di medan perang. Namun, kedua daerah tersebut tidak memperbolehkan adanya reporter yang masuk dan meliput kejadian di sana. Oleh karena itu, reporter yang bernama Bentara Aksara ini melakukan penyamaran dengan menjadi relawan kemanusiaan. Sesampainya di lokasi perang Ia berkeinginan untuk mendamaikan kembali dua wilayah yang berkonflik ini. Sampai akhirnya ia menemukan penyebab terjadinya perang dan menangkap provokator peperangan itu.

Cerita yang berlatar semirealis ini, digarap dengan memasukkan unsur komedi yang membangun kesan menarik dalam penampilannya. Selain itu, tidak terlewatkan untuk tetap menyampaikan ajaran-ajaran Islami dan kontemplasi yang mengarahkan para penonton untuk menyadari bahwa Islam itu agama yang cinta damai dan menjunjung tinggi perdamaian.

Pementasan ini tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan dari semua pihak yang terlibat. Dimulai dari siswa yang terlibat dalam manajemen, seni rupa, musik, dan teater itu sendiri. Serta bimbingan dan arahan dari para guru pembimbing sesuai dengan keempat bidang tersebut.

Semoga Teater A.L.I.A.S Angkatan Tujuh SMA Insan Cendekia Madani yang telah berhasil mementaskan Lakon Lelaki di Ujung Batas ini mampu menginspirasi semua orang agar bisa melampaui batas dalam segi kreativitas berseni. Kita adalah aktor yang sebenarnya dalam kehidupan sebelum mati.

Black Out, Tirai ditutup

@awanhikmawan