Generasi Pecinta Qur’an, Perindu Jannah

Category: News | Posted date: 2018-03-13 14:43:25 | Updated date: 2018-03-13 14:45:54 | Posted by: Muhsin Spahic


Al-Qur’an adalah pedoman bagi seluruh muslim. Dalam Al-Qur’an ada empat ayat dalam satu surat dengan bunyi yang sama, yaitu dalam Surat Al-Qomar ayat 17, 22, 32, 40 mengenai kemudahan yang diberikan oleh Allah SWT untuk mempelajari Qur’an.


Generasi Pecinta Qur’an, Perindu Jannah

Al-Qur’an adalah pedoman bagi seluruh muslim. Dalam Al-Qur’an ada empat ayat dalam satu surat dengan bunyi yang sama, yaitu dalam Surat Al-Qomar ayat 17, 22, 32, 40 mengenai kemudahan yang diberikan oleh Allah SWT untuk mempelajari Qur’an.

Pada kamis kemarin, 8 Maret 2017. Majelis Taklim ICM mengundang seorang dai muda yang acap kali disapa Kak Muzammil untuk berbagi pengalaman seputar menghafal Qur’an di Masjid Nurul Izzah, dengan tema yang sungguh menarik “Pecinta Qur’an, Perindu Jannah”.

Pada majelis tersebut beliau menyampaikan pengalamannya dalam menghafal Al-Qur’an. Beliau bercerita memulai belajar Al-Qur’an pada umur yang belia yaitu 2 tahun. Lalu memulai fokus terhadap Al-Qur’an disaat ia memasuki rumah tahfidz saat menduduki  bangku  SMP.  Beliau  menyampaikan  awal  dari  ia  menghafal Al-Qur’an adalah bukan karena keinginan sendiri, tetapi direkomendasikan oleh Kepala Sekolah. Memang ia merasakan bahwa menghafal Al-Qur’an tidak mudah, tetapi seiring waktu berjalan semua akan terasa mudah.

Kak  Muzammil  Hasballah  juga  menyampaikan  pesan-pesan  penting  yang berhubungan dengan menghafal Al-Qur’an. Yang pertama yaitu luruskan niat dan ikhlas semua karena Allah. Kedua, yakin bahwa menghafal Al-Qur’an bukanlah suatu yang membebani. Ketiga, bertakwalah kepada Allah SWT, salah satu contoh kecilnya adalah menjaga pandangan dari lawan jenis. Terakhir jangan sampai terlewat, berbaktilah kepada orangtua, karena ketika orangtua telah merestui maka semua akan menjadi berkah.

Seorang penghafal Al-Qur’an raganya juga harus terjaga dari suatu yang dilarang, seperti makanan yang harus halal baik secara Lidzaatihi ataupun Lighairihi. Setelah semua telah terpenuhi, Insyaallah menghafal merupakan suatu kebahagiaan.

 

(Azhar F, grade 11)