Perayaan Kesedihan itu Bernama Wisuda

Category: News | Posted date: 2018-05-22 08:20:24 | Updated date: 2018-05-23 09:58:17 | Posted by: Muhsin Spahic


Tidak ada yang salah dengan kata kesedihan selama kita menyikapi kata itu dengan baik. Sama halnya dengan sebuah acara pamungkas dari setiap sekolah bagi siswanya yang sudah kelas XII atau kelas 3 SMA, yaitu wisuda.


Perayaan Kesedihan itu Bernama Wisuda

Tidak ada yang salah dengan kata kesedihan selama kita menyikapi kata itu dengan baik. Sama halnya dengan sebuah acara pamungkas dari setiap sekolah bagi siswanya yang sudah kelas XII atau kelas 3 SMA, yaitu wisuda. Acara ini merupakan salah satu acara paling sakral dalam perjalanan mereka selama SMA. Dalam acara ini haru bercampur rasa bahagia dan bangga. Bagaimana tidak tiga tahun menghabiskan waktu bersama-sama dengan teman 24 jam penuh di asrama dan di sekolah. Begitu pula dengan pembelajaran yang mereka terima, baik dari guru sekolah maupun guru asrama. Pastinya jauh dari kata tidak berkesan. Semua hal telah mereka lewati baik suka maupun duka.

 

Acara wisuda SMA angkatan V berlangsung pada hari kamis, 10 Mei 2018 di Hall Merdeka, Gedung Intermark BSD. Acara wisuda angkatan V dihadiri oleh 91 orang wisudawan beserta kedua orang tua dari wisudawan. Sama halnya dengan tahun sebelumnya wisuda angkatan V juga dibarengi dengan acara wisuda Tahsin dan Tahfidz. Beberapa siswa diuji hapalannya bahkan sampai Ayahanda Tamsil Linrung dan keynote speaker, Imam Shamsi Ali juga ikut menguji para wisudawan.

 

Dalam kesempatan wisuda ini, Ayahanda menyampaikan bahwa siswa dan siswi ICM dari tahun ke tahun makin membanggakan bukan hanya prestasi di bidang akademik namun juga di bidang nonakademik. Beliau juga menyampaikan harapan bahwa siswa dan siswi lulusan SMA ICM dapat bersaing di dunia global, juga dapat menjadi pemimpin umat Islam dan juga pemimpin di negara kita yang amanah.

 

Sementara itu, Imam Shamsi Ali, seorang Imam Besar Masjid di New York hadir sebagai pembicara kunci, Beliau berpesan bagi wisudawan untuk memperjelas visi atau niat dalam menuntut ilmu. Sebab lulus bukan sekadar mengerjakan ujian atau menghapal tapi juga tentang mengaplikasikan ilmu tersebut dalam kehidupan. Imam Shamsi Ali dalam acara ini menekankan kepada seluruh wisudawan bahwa dalam hidup ini, kita punya pilihan untuk menjadi penonton atau pemenang.

 

Banyak hal yang sulit dilupakan oleh para wisudawan begitupun saat wisuda berlangsung. Haru dan rasa bangga bercampur jadi satu. Haru biarlah menjadi rasa yang hilang seiring perjalanan mereka. Namun bangga, akan selalu kita tanamkan untuk para penerus bangsa. (Mr. Hikmawan)